Menikah dengan siapa saja itu kehendakmu ya dears, namun dengan orang mana kamu menikah tentu juga menjadi tanggup jawab orang tua. Percaya ga percaya, masih ada loh orang tua yang percaya larangan-larangan menikah antar suku. Semisal kamu dari suku A, kemudian calonmu dari suku B dan menurut adat istiadat kalian dilarang menikah dengan alasan menghormati leluhur. Nah dears, apa ga potek itu hati..
Oke, buat kalian yang kudet alias kurang update tentang informasi terkait larangan menikah antar suku, bisa simak infonya di bawah ini ya dears..
.
.
.
.
Pernikahan suku jawa dan suku sunda
Seperti sudah di jelaskan pada artikel sebelumnya, pernikahan ini dilarang karena terjadinya peperanagn bubat dilatar belakangi oleh penghianatan. Karena sang putri dari kerajaan sunda akhirnya bunuh diri, sedangkan raja hayam wuruk memulai peperangan karena ayah dari sang putri tidak ingin menyerahkan anaknya untuk di jadikan bahan politik atau simbol untuk menyatakan takluknya kerajaan sunda. Untuk melihat cerita selengkapnya kamu bisa klik disini.
Pernikahan suku jawa dan suku batak
Pernah denger larangan ini ga dears? Sebenarnya hal ini bbukan dikarenan peristiwa sejarah namun lebih di sebabkan karena perbedaan karakter. Terlebih lagi, di suku batak sangat mengutamakan pernikahan dengan marga yang sama. Hal ini sudah berlangsung sejak dulu kala. Dari hal agama juga berbeda, karena kebanyakan suku batak beraagama kristen, sedangkan kebanyakan orang bersuku jawa beragama islam. Di indonesia sendiri, untuk masalah agama cukup sensitif ya dears, jadi pasti akan menjadi masalah tersendiri bagi pasangan yang akan menikah.
Selain itu, seperti yang kita tau batak memiliki watak yang cukup keras bahkan kalian pasti bisa menirukan gaya bicara orang batak yang “cem mana lah aku nak cakap” eh seperti itu bukan ya, haha. Disisi lain, orang jawa yang kalem dengan hati lembut (note: tidak semua) mungkin tidak akan cocok dengan rumah tangga yang bertolak belakang seperti ini, faktor harmonisnya sebuah rumah tangga tidak lepas dari baiknya komunikasi antar pasangannya ya.
Pernikahan suku sunda dan suku minang
Jadi gini dears, terkadang untuk sebagian orang minang masih banyak yang menganut paham matrilineal di mana tata kehidupannya diatur oleh ibu sebagai pengambil keputusan dalam keluarga termasuk dalam ranah ekonomi. Hal ini jelas berbeda sekali dengan orang-orang yang lahir dan berdarah Sunda. Sebab, perempuan Sunda kerap dikenal dengan kebiasaan yang suka loyal dan tidak eman-eman atau terkadang berfoya-foya. Sementara ada stereotip menyebutkan bahwa orang Minang itu hemat namun terkadang pelit.
Menurut mitos tersebut, Jika ada perempuan Sunda yang menikah dengan laki-laki Minang, atau sebaliknya, hal tersebut dipercaya bisa mendatangkan masalah.
Nah dears, semua balik lagi ke dirimu sendiri ya. Karena seperti kata sujiwo tejo:
“Menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu bisa berencana menikah dengan siapa, tapi tak bisa kau rencanakan cintamu untuk siapa”
.
.
.
.