Koleksi Kebaya Pengantin Batak yang Membuat Kamu Cantik

Posted on

Batak adalah salah satu suku di Indonesia yang mendiami daerah Tapanuli dan Sumatera Utara. Sebenarnya Batak bukanlah satu suku, namun terdiri dari beberapa suku yaitu Batak Toba, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Batak Angkola, dan Batak Mandailing. Batak sangat kaya akan budaya. Baik dari makanan, logat, baju daerah, hingga adat istiadat. Kali ini, kita akan membahas mengenai berbagai koleksi kebaya pengantin Batak yang cantik dan menawan, selamat membaca!.
Tahapan Pernikahan Pengantin Batak
Pada dasarnya, ada sebelas tahapan pernikahan yang harus ditempuh oleh kedua mempelai. Pernikahan adat Batak memang cukup sulit dan menghabiskan banyak biaya, namun justru inilah yang menjadi keunikannya. Berikut ini adalah tahapan pernikahan pengantin Batak terutama suku Batak Toba.


Yang pertama adalah Mangarisika. Yakni perkenalan keluarga pria pada keluarga si wanita untuk saling mengenal. Dalam pertemuan tersebut, si pria boleh langsung meminang wanita dengan memberikan tanda seperti cincin, kain, dan barang berharga lainnya. Selanjutnya adalah Marhusip-husip yakni pertemuan dua keluarga mempelai untuk membicarakan masalah pernikahan secara rahasia. Dilanjutkan dengan Marhata Sinamot, yakni pemberian mahar bagi si wanita oleh mempelai pria. Biasanya, diadakan juga acara bagi-bagi daging kerbau bagi kerabat dekat.
Kegiatan keempat yang dilakukan yakni Martumpol. Martumpol adalah tunangan yang disaksikan oleh pendeta dan pengurus gereja. Martumpol dilaksanakan dua minggu sebelum pernikahan. Nantinya, pihak gereja yang akan menyebar pengumuman pernikahan agar tak ada keberatan. Persiapan pernikahan yang dilakukan setelahnya disebut dengan Martonggo Raja. Selanjutnya adalah Manjalo Pasu-pasu Parbagason. Kegiatan ini sejatinya adalah akad nikah atau janji nikah yang dilaksanakan di gereja untuk mengesahkan hubungan antara mempelai pria dan wanita. Setelah itu, barulah akan dilaksanakan rangkaian pesta resepsi adat Batak yang disebut Pesta Unjuk.

.

.

baju wisuda pesta kondangan

.

.


Dalam Pesta Unjuk, kedua mempelai mendapat do’a yang disampaikan oleh seluruh keluarga, terutama orang tua. Kegiatan ini juga diiringi dengan pemberian ulos dan jambar. Jambar adalah barang yang diberikan kepada keluarga mempelai. Bagi pihak wanita, jambar yang diberikan berupa daging dan uang. Sedangkan bagi pihak pria, jambar diberikan berupa ikan masa arsik dan kain ulos. Setelah itu, dilakukan Dialap jual / Ditaruhon jual yakni membawa wanita untuk tinggal di kediaman pihak pria.
Tahap yang ke sembilan adalah Paulak Une. Paulak Une dilakukan seminggu setelah pesta unjuk. Pihak pria berkunjung ke kediaman mertua mengucapkan terima kasih atas restu dan dukungan. Setelah menjalani rumah tangga, kemudian dilakukan adat Manjae. Seorang suami akan dipisah rumah dan mata pencaharian jika ia bukan anak bungsu. Namun jika ia anak bungsu, ia akan mewarisi rumah milik orang tuanya.
Yang terakhir adalah adat Maningkir tangga. Setelah menikah, orang tua dan sanak saudara akan berkumpul ke rumah pasangan untuk makan bersama dan membangun kekeluargaan yang baru.
Model Kebaya Pengantin Batak

Setiap daerah di Indonesia memiliki baju adatnya masing-maisng. Biasanya, baju adat inilah yang dijadikan patokan dalam menjalankan pernikahan adat. Kebaya pengantin batak sendiri umumnya menggunakan kebaya biasa, hanya saja dilengkapi dengan kain ulos. Kain ulos adalah kain tradisional khas Batak yang terbuat dari tenunan benang bermotif beraneka ragam. Model kebaya yang dipakai cukup sederhana, yakni kebaya tradisional Jawa yang berlengan panjang.


Selain itu, ada pula kebaya pengantin Batak yang masih tradisional. Salah satunya adalah baju pengantin khas Batak Karo. Baju pengantin Batak Karo mengenakan atasan kebaya berwarna cokelat dengan kain ulos merah. Pengantin wanita dilengkapi dengan hiasan kepala yang unik dan kalung yang terbuat dari kuningan. Sedangkan pengantin pria mengenakan jas hitam dan bawahan kain ulos, dilengkapi dengan selendang kain ulos dan ikat kepala.


Lain halnya dengan Batak Karo, Batak Toba memiliki baju pengantin tradisional yang juga unik. Kedua pengantin mengenakan pakaian yang berasal dari kain ulos. Mempelai wanita memakai gaun sederhana dan dilengkapi dengan ikat pinggang serta ikat kepala. Sedang mempelai pria hanya mengenakan bawahan dan ikat pinggang, dipadukan dengan seledang yang dibentangkan sepanjang dada secara menyilang.
Sebenarnya masih banyak lagi referensi kebaya pengantin adat batak lainnya. Sayangnya belum terlalu dikenal oleh masyarakat. Anda bisa mencari referensi lain bila ingin tau mengenai berbagai kebaya maupun baju adat Batak lainnya.
Model Rambut dan Ikat Kepala Pengantin Batak


Konde atau rambut pasangan yang dibentuk menyerupai bulatan tidak hanya populer di Jawa. Para pengantin Batak pun juga melakukan hal yang sama. Model rambut pengantin wanita Batak pada umumnya di sasak tinggi di bagian depan, kemudian dipasang konde. Ciri sasakan rambut Batak biasanya cenderung lebih tinggi daripada sasak Jawa. Sasak rambut diarahkan ke atas secara keseluruhan, berbeda dengan Jawa yang biasanya disasak mengelilingi batas telinga. Setelah itu, ada yang menambahkan bunga melati maupun bunga palsu untuk mempercantik sanggul. Namun bukan merupakan suatu keharusan.

Ada beberapa macam ikat kepala wanita yang ada dalam tradisi baju pengantin Batak. Yang pertama adalah berbentuk bantalan trapesium dengan hiasan kuningan. Hiasan kepala ini adalah hiasan kepala khas Batak Karo. Yang kedua, adalah hiasan kepala atau headpiece berbentuk kalung kepala dari kuningan. Motifnya beragam, mulai dari yang sederhana hingga timbul. Ciri khas ikat kepala khas Batak adalah mengenakan kain berwarna merah sebagai alas kuningan yang diletakkan di atasnya.

Selain itu, ada juga pengantin wanita Batak yang mengenakan kain ulosnya di kepala. Kain ulos dibentuk trapesium terbalik. Warnanya senada dengan warna baju pengantin yang dipakai oleh pengantin wanita. Meskipun mengenakan ikat kepala, namun mempelai wanita tetap mengenakan konde dan juga hiasan bunga.


Bagi mempelai pria sendiri, ikat kepala atau hiasan kepala umumnya hampir sama. Biasanya berupa kain segitiga yang dibentuk berdiri seperti mahkota. Kain ini juga terbuat dari kain ulos yang agak kaku, sehingga dapat berdiri dan dibentuk dengan tegak. Ikat kepala ini juga dilengkapi dengan kuningan yang sama dengan mempelai wanita, baik warna dasar maupun motifnya.
Itulah tadi berbagai ulasan mengenai pengantin adat batak. Apakah Anda salah satu penggemar adat tradisi ini dan ingin melaksanakan pernikahan dengan adat batak ?. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan inspirasi lebih bagi pernikahan Anda. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!.

.

.

baju pesta

.

.