Bisnis catering pernikahan memang sedang menjamur dewasa ini. Perubahan pola hidup dimana banyak wanita (ibu-ibu) yang bekerja menyebabkan manusia membutuhkan kepraktisan hidup, termasuk ketika punya hajat. Nah, biasanya ibu-ibu lebih memilih memesan makanan catering ketimbang memasak sendiri yang ribet dan memerlukan banyak pikiran. Tapi, tidak semua catering dapat dipercaya dan memuaskan anda. Berikut tips memilih catering pernikahan agar tidak kecewa :

1. Tanggal
Pastikan catering tersebut masih lowong dan gak ada yang meminangnya di tanggal yang kamu mau. Biasanya si catering emang perform di beberapa kawinan dalam satu hari, tapi menurut hemat saya jangan milih catering yang sampe puluhan performnya di satu waktu, takutnya keteteran. Lebih mudah lagi jika kamu sudah DP gedung sehingga nggak usah nanya-nanya alternatif tanggal ke si catering. Satu tanggal aja. Fix.

2. Rekanan Gedung
Cek apakah catering yang kamu mau adalah rekanan dari gedung yang kamu pakai. Karena hal ini berhubungan dengan charge yang biasanya dibebankan dari gedung. Jika rekanan, ada yang bebas charge, ada yang chargenya jadi lebih murah. Kalau tidak rekanan, biasanya harga membumbung tinggi. Namun ada untungnya juga kalau bukan rekanan dan si catering ngasih harga yang wajar, karena biasanya si catering bakal perform sebaik mungkin supaya dia dimasukkan daftar rekanan si gedung.

3. Survei survei survei!
Jangan males browsing dan tanya-tanya. Bandingkan catering yang kamu mau dengan catering lain yang levelnya sama. Yaiyalah, istilahnya masa ngebandingin Dian Sastro sama Dewi Persik. Beda kelas, bro! Perbandingannya dari apa? Harga, rasa, kemudahan komunikasi, performance, testimonial dari orang-orang yang pernah memakai catering tersebut, dll. Lebih baik kalau kamu ikut forum-forum pernikahan seperti Weddingkuatau Female Daily sehingga bisa rumpiiiik sama capeng-capeng lain.

4. List Harga Terbaru
Dapatkan list harga catering yang terbaru. Lebih baik langsung tanya ke catering yang ditarget daripada minta pricelist sana sini. Karena, beda variabel seperti beda gedung, beda tanggal, beda menu, beda kuantitas tamu, semuanya menentukan harga si catering. Tapi gak papa juga sih kalo mau nanya-nanya dan membandingkan harga dengan tahun-tahun kemarin.

5. Paket/Lepasan?
Apakah kamu hanya mau catering saja ataukah sekalian paketan? Biasanya sih catering-catering sekarang punya paket lengkap yang sudah sekalian dengan dekor, pelaminan, dokumentasi, makeup, dan lain-lain. Seperti yang kita tau, apa-apa yang punya paketan biasanya lebih murah kan? Murah namun tidak terlalu spektakuler. Jadi it’s your choice apakah mau memilih catering yang paketan atau yang tidak. Jangan lupa untuk mengecek vendor-vendor dari catering tersebut, apakah cukup mumpuni atau tidak.

6. Say NO to marketing gengges
Saya sempat dihubungi oleh pihak-pihak catering yang katanya rekanan si gedung beberapa bulan sebelum D-Day. Saya bilang kalau budget saya kecil, eh dia maksa kalau bisa kok disesuaikan. Ya iya budgetnya dia kecilin tapi porsi makanan dikurangin sampe setengahya. Belom lagi doski telpon-telpon dan sms terus. Ini masih mending, lihat di beberapa forum malah ada marketing yang nyamperin ke kantor dan rumah. Hih, somehow kalo caranya gak elegan, saya makin yakin kalo catering ini gak oke.

7. Menu Andalan
Beberapa catering ada yang dikenal jagoan di beberapa makanan gubukan. Misalnya saja Alfabet dengan siomaynya, Caterindo dengan zuppa soupnya, ataupun DTC dengan mashed potatonya. Jadikan itu pertimbangan jika kamu mau memilih makanan gubukan.

8. Test Food
Ini dia yang wajib dan dosa kalau dilewatkan. Pahalanya seribu bulan deh kalau sempat test food! Test food yang gratisan ini bisa kamu manfaatkan untuk mencoba segala menu dan gubukan untuk menimang-nimang apakah kamu jadi atau tidak dalam memilih catering tersebut. Eits, test food ini bukan hanya soal rasa makanan, tapi juga kebersihan, kecekatan petugas catering, sampai dekor (kalau sepaket). Kalau ada yang gak sreg, catet apa-apa saja untuk jadi masukan ke catering tersebut. Percaya deh, pihak catering malah seneng kok kalau dikasih masukan gitu. Kalau dia difensif? Ya berarti kita tau doong, ini catering patut diperjuangkan apa nggak. Oh ya, test food biasanya ada terpisah dari resepsi pernikahan. Kalau saya beberapa kali test food sok-sok jadi tamu biar bisa ngelihat bener-bener gemana performance catering tersebut. Jangan lupa kasih angpau di kotak si pengantin, jangan jahat-jahat amat kalo jadi wedding crasher.

9. Minta Diskon

Kalau kamu sudah sreg dengan segalanya, minta diskon langsung dengan ownernya. Biasanya owner yang baik tidak akan menolak begitu saja. Mungkin harganya tidak dikurangi, namun porsi makanan yang ditambah. Tirukan adegan-adegan kayak di film India yang sedikit meratap, ataupun beri tatapan Rano Karno ketika ia sedih saat ayahnya meninggal di filem apa itu yang dia diorbitin jadi penyanyi cilik. Niscaya owner akan luluh hatinya dan kamu akan dijadiin anak angkat.

10. Pembayaran
Perhatikan detail pembayaran, jangan sampai harus jebret bayar sekaligus. Yang bener itu sih biasanya DP (10%), pembayaran ke-2 (70%), dan pembayaran setelah pest0anya selesai (20%). Pembayaran terakhir itu bisa jadi senjata juga untuk tidak dibayar penuh kalau pesta perkawinan kamu ada yang gak berjalan lancar. Misalnya ada warna yang gak sesuai, kaca yang pecah, ataupun makanan yang gak sesuai. Tapi Insha Allah pembayaran akan dibayar penuh karena semuanya lancar. Aamiin.

Itulah tips-tips memilih catering untuk pesta pernikahan. Memang nentuin vendor satu ini agak ribet. Tapi better save than sorry kan? Happy wedding preparation 🙂

beres-2