Belanja Kebaya & Accesories
Kebaya Pengantin, Muslim, Wedding, Wisuda, Modern, Tradisional, Anak, Sirkam, Perhiasan, Sanggul dl

 
   Home
   Berita    Search

 
 
 
CS 01
CS 02
 
  Nama Anda :  
   
  Email Teman Anda :  
   
 
 
 
  Perum Guru Telukan
Jl. Dworowati D64
Grogol, Sukoharjo
Jawa Tengah 57552
ShowRoom :
Jl. Yos Sudarso 343
SOLO, Jawa Tengah
Email :
info@grosirkebaya.net
Phone :
0271 218 2020
SMS :
0857 2547 7070
YM id :
grosirkebaya
grosir.kebaya
 
 
     
    Kata designer kebaya  
 
11 Desember 2009  
 
  Kebaya merupakan jembatan yang mempertemukan selera dan sense fashion antara dua generasi: generasi muda yang senantiasa berusaha menemukan gaya fashion terkini sebagai bentuk ekspresi keindahan berbusana mereka, dipertemukan dengan selera berbusana generasi sebelumnya yang masih ingin menghayati tradisi, namun sekaligus mengikuti idiom gaya berbusana saat ini.

Berangkat dari keyakinan itulah, Ferry setiawan, pemilik butik Bajoekoe, mengembangkan minatnya yang begitu besar terhadap dunia fashion, untuk mengeksplorasi kebaya. Kebaya rancangan Ferry memadukan siluet tubuh yang manis khas kebaya perempuan Jawa, dengan berbagai variasi potongan, pemilihan bahan, detil payet, dan berbagai pernik lainnya.

Mengapa memilih kebaya? Ferry menyatakan, awal ketertarikannya kepada kebaya adalah karena kemampuan kebaya untuk menampilkan keindahan tubuh perempuan tanpa harus terlihat vulgar. "Seperti ibu saya, saya adalah pengagum keunikan dan keanggunan kebaya sebagai busana perempuan yang indah sekaligus menyiratkan tahapan tersendiri bagi rasa susila perempuan Indonesia."

Kebaya mulai dikenal di Indonesia sejak tahun 1500-1600 Masehi. Waktu itu, model kebaya masih sangat sederhana, berupa baju atasan berbentuk tunik, berlengan panjang, menutup leher hingga ke lutut, dan berbentuk mirip baju kurung.

Perkembangan selanjutnya, kebaya mulai dikenal sebagai busana khusus anggota keluarga keturunan para raja di Pulau Jawa. Di beberapa wilayah keraton Yogyakarta dan Solo, perempuan dari kalangan ningrat sering tampak mengenakan kebaya berhiaskan ornamen sulaman lambang kerajaan.

Setelah kemerdekaan Indonesia, kebaya mulai keluar dari wilayah keraton, dan dipakai oleh hampir seluruh perempuan sebagai busana sehari-hari. Tentu saja, dengan model dan detil yang berbeda, sesuai fungsi yang diinginkan para pemakainya. Kebaya keraton misalnya, masih mempertahankan ornamen untuk mempercantik kebaya, sementara kebaya yang dipakai perempuan kebanyakan lebih mirip baju kurung yang praktis. Sejak saat itu, kebaya bukan lagi menjadi busana istimewa. Terlebih saat Indonesia mengalami serangan budaya pop yang begitu masif dari belahan dunia Eropa, yang turut membawa serta arus mode Eropa dan Amerika. Saat itu, sekitar tahun 1970-an, kamu muda menganggap kebaya dan busana daerah lainnya "ketinggalan mode". Meski demikian, kebaya masih bertahan, tapi hanya dalam situasi foemal seperti dalam pesta pernikahan.

Angin segar mulai berembus pada dua dasawarsa terakhir, saat beberaa perancang busana memperkenalkan kebaya modifikasi atau yang lazim disebut kebaya pesta. Nama Anne Avantie dan Dhea panggaben tak boleh luput dari sejarah kebangkitan kembali kebaya. Para perancang ini mencitrakan kebaya tak lagi terlalu kaku dan formal. Mereka membuat kebaya jadi lebih trendi, dengan bentuk amat serasi di badan, dengan ragam kain yang menawan.

Ferry Setiawan turut meramaikan pasar kebaya yang mulai terbuka. Untuk membentuk diferensiasi, tentu saja, Ferry mengambil pendekatan tersendiri. Kebaya rancangan Ferry terkenal memiliki potongan yang sensual. "Kebaya tradisional sejak dullu ya begitu saja. saya pikir agak membosankan juga, jadi saya harus berani keluar dari garis kebiasaan yang sudah lama ada. Saya pikir untuk mencari vairasi, dibutuhkan sedikit sensasi. jadi ini memang dibuat dengan kesan agak sensual, lebih eksotik dari yang biasa kita lihat," ujarnya.

Kebaya ekstravaganza, begitu Ferry menyebut hasil karyanya, dibikin dengan konsep klasik nan modis. Dalam balutan kebaya ekstravaganza, penampilan seorang perempuan akan nampak elegan sekaligus memancarkan aura seksi.

Pendekatan personal digunakan Ferry kepada setiap klien yang datang padanya. Setiap hari, Ferry yang membuka showroom di Jl Dr Wahidin 197A Semarang, akan meluangkan waktu untuk berbincang dengan calon pelanggan, untuk bisa menangkap keinginan sang klien, selaligus menangkap sisi menarik apa yang ada pada calon pemakai kebaya rancangannya. "Saya selalu berusaha menampilkan sisi menarik yang saya tangkap dari kepribadian si pemesan. Ada yang ingin tampil dalam gaya tempo dulu, ada yang ingin tubuhnya tertutup. Sebaliknya, ada juga yang berusaha menampilkan bentuk tubuhnya yang seksi."(suaramerdeka.com)
 
     
Baner Pengiriman
Blog GrosirKebaya.Net
Souvernir Pernikahan
Butik Fashion Wanita
Facebook Grosir Kebaya
  Newsletter Signup  
 
 
     
  Henny-aceh
mba udah nyampai nih pesanan saya,tq ya ... more
 
 
Home About Us How To Buy New Arrival Shopping Cart Confirm Contact Us